Gresik mediarestorasiindonesia.com Musibah banjir luapan kali Lamong memang sangat meresahkan warga masyarakat Gresik terutama bagi wilayah yang dilalui aliran kali Lamong dan yang berdekatan langsung dengan area kali Lamong seperti yang berada di kecamatan cerme, Duduk sampeyan, Benjeng, Balongpanggang dan juga kedamean dan wilayah wilayah kabupaten Gresik lainnya yang rentan terjadi banjir.
Pasalnya musibah banjir tahunan yang selama ini menjadi polemik dan merupakan proyek besar bagi pemerintah kabupaten Gresik untuk menormalisasi kali Lamong dalam bentuk upaya penanggulangan wabah bencana banjir tahunan tersebut merupakan proyek yang sangat besar dan membutuhkan anggaran yang sangat besar pula dan juga membutuhkan waktu yang tidak singkat dalam penanganan normalisasi kali Lamong.
Camat Balongpanggang MOCH. JUSUF ANSYORI, S.Sos., M.M.. ditemani kades wotansari Hariono, Dan seluruh jajaran perangkat desa dan juga muspika kecamatan Balongpanggang mengunjungi proyek pembangunan tanggul yang berada di desa Wotansari.
Proyek pembangunan tanggul tersebut adalah bentuk upaya pemerintah kabupaten Gresik untuk menormalisasi kali Lamong dalam penanggulangan bencana banjir dari luapan kali Lamong.
Mengingat tiga hari terakhir telah terjadi banjir terparah dari luapan kali Lamong yang menerjang wilayah wilayah yang berada di kecamatan Benjeng , Kedamean dan juga di kecamatan Balongpanggang.
Saat dikonfirmasi secara langsung dilokasi pembangunan tanggul oleh awak Media Restorasi Indonesia Kepala Desa wotansari Hariyono Menyampaikan”, dalam mengatasi banjir kali Lamong khususnya untuk wilayah desa wotan Sari dan wilayah wilayah desa yang lainnya itu sudah lama kita harapkan agar segera dilaksanakan dan baru bulan ini visi misi Bupati terpilih Fandi Ahmad Yani se mulai dikerjakan seperti pembangunan tanggul dan normalisasi kali Lamong.
“Hariono menambahkan bahwa Sesuai Visi misi bapak Bupati Fandi Ahmad Yani SE ingin membebaskan warga Gresik Selatan dari dampak musibah banjir, sekarang sudah dijalankan normalisasi kali Lamong, tapi belum ada pembebasan tanah saat ini, dan in syaa Allah pada tahun 2022-2023 pemerintah sudah melaksanakan pembebasan tanah warga.
Kalaupun itu hanya di normalisasi tanpa penanggulan antara ketinggian 3 sampai 6 meter tidak mungkin warga bantaran kali Lamong akan terbebas dari banjir,
langkah pemerintah adalah membebaskan lahan warga dulu baru semuanya bergerak untuk penanggulangan luapan kali Lamong dalam bentuk normalisasi, supaya tidak ada pro kontra dengan warga yang memiliki lahan di pinggiran bantaran kali Lamong,Dengan itu semua warga akan mendukung segala bentuk program pemerintah kabupaten Gresik.ujar hariono
“Hariono menuturkan,Minimal 3 meter maksimal 6 meter ketinggian tanggul yang harus dibangun agar warga wotansari terbebas dari banjir, dan yang di perbatasan antara Mojokerto dengan wilayah Gresik khususnya, pemerintah kabupaten Gresik harus bekerjasama dengan pihak pihak terkait”, tuturnya(dot)