Gresik mediarestorasiindonesia.com Anggota DPRD Gresik Komisi III Hj. Khomsatun kecewa setelah melihat pelaksanaan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Pavingisasi Jalan Kabupaten (Eks JPD) yang berada di Desa Tanahlandean menuju Desa Jombangdelik Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik semerawut.
Hal itu telah menjadi sorotan bahkan merasa kecewa, pasalnya, sebagian besar proyek tersebut, seakan asal jadi sehingga tidak mengutamakan mutu dan kuwalitas bangunan”. Kata Khomsatun. Minggu (2/1/2022) Pukul 10.00 wib.
“Mekanismenya tidak seperti ini, masak dipapan nama tidak tertulis berapa panjang pengerjaannya, cuma tertulis besarnya dana. Sebetulnya masyarakat itu hanya kepingin TPT dan Jalan itu bagus, kok kerjanya semau – mau seperti begini,”
Sebagai Wakil Rakyat pembawa aspirasi pun mengaku malu dengan masyarakat setempat, karena TPT dan Jalan yang dikerjakan asal – asalan. Apalagi pekerjaan tersebut di wilayah Dapil saya. Katanya Geram.
Masih Khomsatun, Dengan adanya pelaksanaan tersebut kedepan kami dari Komisi III, bahwasahnya untuk pelelangan pelelangan yang akan datang di tahun 2022 ini bisa mengambil langsung dari Kabupaten Gresik. Sebab jangan sampai alasannya kontraktornya itu luar Gresik sehingga kita mencari tapi kita kesulitan,”
Kalau kita lihat, dalam pengerjaannya ini semerawut, karena banyak matrial matrial yang berserakan dijalan, akhirnya menghambat perekonomian, apalagi mobil dibatasi aksesnya, karena disitu banyak tumpukan tumpukan matrial.
Untuk itu saya minta kepada dinas terkait, agar nantinya ditata kembali penataan penataan. Dalam waktu dekat segera akan kami panggil Dinas PU dan pelaksana proyek.
Karena, kalau melihat kondisinya seperti ini tentu saja saya kecewa dan di sayangkan, sebab sesuai dengan hari yang sudah ditentukan mestinya pelaksana inikan sudah selesai, bagaimana caranya mengejar tarjet jangan sampai melebihi tahun 2021, dengan cara apa itu di lembur atau menambah tenaga kerja baik lokal maupun dari luar, terpenting 120 hari kerja bisa selesai semua”, Pungkasnya.(DOT/TIO)