Gresik mediarestorasiindonesia.com Puluhan rumah warga Bulakploso, Desa Kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik rusak parah usai diterjang angin puting beliung pada Senin (14/3/2022) kemarin sekitar pukul 16.45 wib.
Berdasarkan data dan pantauan kami, tampak terlihat di Kampung Bulakploso terdapat 28 rumah yang terdampak, rata-rata kerusakan yang dialami warga pada atap rumah/genteng, terlihat 3 dari 28 rumah yang merupakan terparah yakni rumah Orip, siyono dan yono warga Bulakploso RT 08 desa Kedungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik,Selasa (15/3/2022).
“Menurut keterangan Minah (67) Seorang warga Bulakploso adalah tetangga dari korban angin puting beliung yang kesehariannya buka warung lontong lodeh, kopi dll,”kejadian angin puting beliung tersebut menghempas berputar memporak porandakan di beberapa bangunan rumah sekitar pukul 16.45 wib berdurasi sekitar 10-15 menit.
“terlihat jelas banyak serpihan dan pecahan dari genteng yang beterbangan saat terseret angin yang berputar putar, ada pula rombong yang roboh beberapa pohon tumbang serta kabel listrik yang terputus akibat angin puting beliung, warga yang panik dan histeris berteriak ketakutan melihat peristiwa tersebut, adapula yang mengumandangkan adzan dan sholawat”, jelasnya.
Masih Minah,menurut keterangannya”, angin yang datang dari arah utara Kalimoro yang berjalan kearah selatan,”Menakutkan mas, untungnya pada saat kejadian angin puting beliung tersebut tidak di sertai hujan, seandainya kejadian sore itu di sertai hujan kami tidak tau apa yang akan terjadi,”ungkapnya.
Selain itu juga menurut pengakuan dari warga yang terdampak bencana angin puting beliung Abdul Sadak menuturkan”, sebelum kejadian angin yang menerjang tembok dan atap rumahnya ia tidak mempunyai firasat apapun dan ia berangkat ke Cerme karena ada urusan pekerjaan, namun setelah sampai di cerme ia di hubungi oleh sopirnya yang biasa kirim elpiji melalui hand phone (HP) selular bahwa rumahnya terkena angin puting beliung”, ujarnya.
“Sontak tercengang lalu bergegas pulang untuk melihat keadaan rumahnya yang sudah terporak porandakan oleh angin puting beliung, ia mengaku kepada awak Media Restorasi Indonesia bahwa ia bersedih dengan adanya musibah ini namun ia juga tetap bersyukur karena anggota keluarga selamat dan sehat tidak ada satupun yang luka akibat bencana alam angin puting beliung hanya saja masih agak trauma takut terjadi lagi bencana alam angin puting beliung, semoga di balik musibah ini kami sekeluarga dan warga yang terdampak mendapat hikmah dan rezeki yang barokah,”pungkasnya
Sementara di tempat terpisah kades Kedungrukem BAYU PRAHAJA HADINATA, S.Sos menjelaskan lewat telepon genggam melalui “whatsapp” kepada awak Media Restorasi Indonesia kronologi awal terjadinya angin puting beliung sangatlah singkat sekitar 10-15 menit dengan cepat memporak porandakan puluhan rumah yang ada diwilayah desa Kedungrukem”, ungkapnya.
“Dengan adanya kejadian ini Kades juga meminta kepada warga yang terdampak agar tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah yang menimpa dan kami selaku pemerintahan desa berupaya sebaik mungkin untuk selalu cari jalan keluar yang terbaik”, Ujarnya.
Masih BAYU PRAHAJA HADINATA, S.Sos Kepala Desa Kedungrukem, (BAYU) sapaan yang kerap akrab kades Kedungrukem menjelaskan bahwa tak lama kemudian, setelah kejadian tersebut Pemerintahan desa dan Muspika Benjeng serta Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik H.Abdullah Munir juga melihat dan pantau secara langsung keadaan terkini.
Ketika mengetahui kondisi yang cukup memprihatinkan ini Anggota Komisi IV Munir langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, guna memberitahukan kejadian tersebut serta berharap untuk segera mengidentifikasi kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana angin puting beliung tersebut,”pungkasnya.(TIO).