Gresik mediarestorasiindonesia.com Kegiatan FGD di gelar langsung oleh BPBD dan juga anggota DPRD Kabupaten Gresik bertempat di Aula Balai Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang. Senin, (23/05/2022) pagi.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa (Kades) Muhammad Zaini,S.Sos beserta seluruh perangkat desa Karangsemanding, Bhabinkamtibmas, serta para undangan, dengan menghadirkan nara sumber yang sangat luar biasa yakni Hj. Khomsatun, Anggota komisi III DPRD Kab.Gresik, Nur hudi Didin Ariyanto, S.Pd, Sekretaris Komisi IV DPRD Kab Gresik, Abdullah Munir.
Nur Hudi Didin Arianto yang merupakan Sekretaris DPRD Komisi IV dari Fraksi Nasdem Kab.Gresik, Dalam sambutannya, Ia menyampaikan”, giat ini Bertema antisipasi pelatihan dan mitigasi bencana di Kabupaten Gresik ini khususnya desa Karangsemanding sangatlah penting menjadi perhatian PEMKAB GRESIK melalui instansi terkait sebagai langkah pencegahan dan meminimalisir resiko ketika terjadi bencana seperti banjir diwilayah Balongpanggang ketika curah hujan yang tinggi.
“Oleh karena itu, mitigasi sangatlah penting dilakukan sebagai awal pencegahan terjadinya bencana, maka peran dinas terkait sangat dibutuhkan dalam koordinasi untuk mengantisipasi bencana alam yang akan dan telah terjadi. Ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut dalam sambutannya Gus Hudi juga menanyakan terhadap perangkat desa yang hadir pada FGD tersebut, Ia bertanya”, terkait apa itu Mitigasi, dan iapun menjelaskan apa itu mitigasi dan berikan pesan pesan kepada para hadirin yang hadir pada FGD tersebut.
Nur Hudi menjelaskan,“Mitigasi ialah segala upaya untuk mengurangi segala resiko bencana. Program mitigasi bencana dapat dilakukan melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan personal dalam menghadapi ancaman bencana,” Jelasnya.
Lanjut Gus Hudi, “Kunci ketangguhan bencana adalah mampu mengenali potensi, menganalisa penyebabnya, mengantisipasi dan meminimalisir resiko, menyelamatkan diri dan keluarga, terakhir adalah mampu bangkit dengan cepat untuk pulih seperti sediakala.
“Paling tidak dengan kesiap siagaan dan mitigasi bencana adalah upaya membangun masyarakat untuk mampu melaksanakan kesiap siagaan dalam penanggulangan bencana secara mandiri. Kemampuan tersebut diharapkan akan mengurangi serta meminimalisir dampak dan resiko bencana,” pesannya.
Menurut Gus Hudi,” Selain mitigasi bahwa yang tidak kalah pentingnya adalah fungsi rehabilitasi yang juga harus dilaksanakan pasca akibat kerusakan dari bencana yang sudah terjadi.
Ia juga menambahkan”, bahwa sebenarnya banjir kali lamong yang selama ini terjadi bisa kita rubah menjadi sebuah aset wisata air dan destinasi wisata pertanian dengan mengusung konsep tema yang di perlukan, setelah program normalisasi selesai dilakukan, banyak pemanfaatan-pemanfaatan yang bisa dilakukan untuk sektor pengolahan pertanian dari saluran irigasi pemanfaatan aliran sungai kali Lamong dan dari situlah akan muncul sebuah konsep yang mampu mendongkrak nilai perekonomian di masyarakat,” Pungkasnya.(DOD)