Gresik mediarestorasiindonesia.com Sedekah bumi digelar warga Desa Wotansari kecamatan Balongpanggang kabupaten Gresik ,dengan membawa arak-arakan tumpeng raksasa dan diiringi kepang Gondo Budoyo pimpinan Alex dari dusun Soko Guru Desa Wotansari dan juga diselenggarakannya pagelaran Ludruk Karya Budaya pada malam harinya, pada hari Minggu (03/07/2022).
Ritual sedekah bumi diawali dengan arak-arakan dua tumpeng raksasa yang didesain seperti gunung raksasa dan beraneka ragam tumpeng yang dibuat dari berbagai macam hasil panen, seperti rempah-rempah, sayur mayur dan buah-buahan yang menandakan bahwa masyarakat Desa Wotansari selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT berupa hasil panen yang berlimpah ruah, sebagai simbol dan menandakan sebuah kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Desa Wotansari.
Gunungan atau Tumpeng-tumpeng tersebut oleh warga masyarakat Desa Wotansari.Tumpeng raksasa tersebut diarak dari Desa menuju kantor balai desa Wotansari.
Setelah diarak keliling desa, oleh warga masyarakat Desa Wotansari, Dua tumpeng raksasa tersebut diletakkan di depan halaman kantor balai desa, kemudian para warga masyarakat beserta Pemerintah Desa Wotansari berserta seluruh tamu undangan yang hadir, melakukan ritual Doa Bersama untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Desa Wotansari.
Dalam acara sedekah bumi Desa Wotansari dihadiri dari jajaran Muspika Kecamatan Balongpanggang, antara lain, Camat Balongpanggang M. Amri, Kapolsek Balongpanggang AKP Muhammad Zainuddin beserta jajarannya, NdanRamil Balongpanggang KPT Inf Erik Cahya Mustika beserta jajarannya, dan juga dari kesatuan Satpol-PP Balongpanggang, Kepala Desa Wotansari H. HARIYONO, SP serta seluruh jajaran pemerintah Desa Wotansari dan juga seluruh lapisan warga masyarakat Desa Wotansari.
Pada kesempatan tersebut dalam sambutannya kepala Desa Wotansari H. Hariono, SP Menyampaikan”, Acara sedekah bumi ini sebagai tanda bahwa warga masyarakat Desa Wotansari yang masih selalu menjaga dan melestarikan nilai luhur budaya bangsa indonesia”,ungkapnya.
“Ruwat desa yang sejak pendemi covid 19 tidak bisa melaksanakannya, namun di tahun 2022 ini baru bisa melaksanakan ruwatan Desa.
“Alhamdulillah Acara Sedekah bumi atau ruwatan desa Wonosari ini di lakukan dengan kompak dan bergotong royong sehinga terjalin keharmonisan, ketentraman dan kedamaian.
“semoga dengan diadakannya uri uri ruwatan Desa peninggalan adat budaya leluhur ini bisa membawa kesejahteraan dan kemakmuran serta keselamatan untuk warga masyarakat Desa Wotansari.
Semoga tradisi sedekah bumi seperti yang ada didesa Wotansari ini senantiasa terus terjaga dan tetap lestari, sebagai wujud kepedulian terhadap nilai luhur budaya bangsa indonesia.
“Pemerintah Desa berharap dengan ruwat desa dan doa bersama ini, pembangunan segala sektor semakin meningkatkan perekonomian dan pengembangan pembangunan desa yang adil dan merata”, Pungkasnya.
Camat Muhammad amri Pada kesempatan tersebut Ia juga menyampaikan ke kagumannya pada masyarakat Desa wotan sari, bahwasanya”, koordinasi, harmonisasi, kolaborasi dalam kegiatan sedekah bumi berjalan aman, terkendali,dan lancar”, Ungkapnya.
Ia juga menambahkan”, ruwat desa adalah kelestarian budaya dan patut kita uri-uri, sehingga budaya tetap exis di tengah gempuran teknology dan informasi budaya dari luar budaya kita”, imbuhnya.
camat berpesan,” tetap jaga kesehatan karena belum endemi, jadi kalau kesehatan menurun segera cek kesehatan dan istirahat yang cukup”, Pungkasnya.
Kapolsek Balongpanggang AKP Muhammad Zainuddin menyampaikan, “Dalam Ruwat Desa ini selain kirab dua gunungan tumpeng dari hasil pertanian sebagai wujud rasa syukur hasil panen masyarakat Desa Wotansari, dan pada malam hari nya di gelar kesenian Ludruk Karya budaya, pimpinan H. Eko edi susanto dari Jetis. Mojokerto”, Ungkapnya.
“Pengawalan keamanan dan ketertiban di lakukan hingga pari purna seluruh kegiatan, dengan batas dan konsekwensi protokoler kesehatan, ” Kepolisian, koramil, satpol PP kecamatan siap menjaga ” Pungkas kapolsek.
NdanRamil Balongpanggang KPT Inf Erik Cahya Mustika pada kesempatan itu juga menyampaikan”, pentingnya melestarikan budaya bangsa indonesia seperti acara Sedekah bumi yang ada di Desa Wotansari ini adalah sebagai wujud kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa indonesia atas segala keanekaragaman budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dikembangkan”, Ungkapnya.
Ia juga menambahkan”,Semoga dengan diadakannya acara sedekah bumi ini menjadikan masyarakat Desa Wotansari senantiasa bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah memberikan limpahan rejeki, kesejahteraan dan kemakmuran serta selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari berbagai macam bencana dan musibah”, Pungkasnya.
Dalam acara Sedekah bumi yang ada didesa Wotansari tidak hanya menggelar acara arak-arakan gunungan tumpengan dan juga menggelar acara Pentas Kesenian tradisional Kepangan yang turut serta mengiringi arak-arakan dua Tumpeng raksasa, serta juga menyajikan pagelaran Ludruk Karya Budaya yang berasal dari desa cangguh kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, yang dilaksanakan mulai dari pukul 12.00 untuk mengiringi acara prosesi sedekah bumi Desa Wotansari, pada puncaknya pada malam harinya kesenian Ludruk Karya Budaya akan dipentaskan.
Acara demi acara tasyakuran dan Doa bersama dalam acara sedekah bumi yang dilaksanakan oleh pemerintah Desa Wotansari beserta jajarannya dan juga masyarakat Desa Wotansari, pada prosesi tersebut berjalan dengan lancar dan sukses tidak ada kendala dan halangan sedikitpun.(red).