Gresik mediarestorasiindonesia.com Dalam memutus mata Rantai penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi, Dinas Pertanian kabupaten Gresik Melalui UPT Puskeswan Panceng mengadakan vaksinasi Tahap Pertama untuk hewan ternak sapi di Desa PetiyinTunggal, kecamatan Dukun Kabupaten Gresik pada hari Rabu 27/07/2022.
Vaksinasi bagi hewan ternak bertujuan untuk meningkatkan imunitas, sehingga mengurangi risiko infeksi akibat penyakit mulut dan kuku.
vaksin jenis aftopor yang disuntikkan kepada Hewan ternak jenis sapi ini dengan tujuan mencegah PMK ( Penyakit Mulut dan Kuku) yang saat ini sedang gencar-gencarnya menyerang sapi.
Sebanyak 121 hewan ternak sapi yang ada didesa PetiyinTunggal telah dilakukan penyuntikan vaksin Dosis pertama dengan menggunakan vaksin jenis aftopor, yang semula diperkirakan berjumlah 132 hewan ternak sapi yang ada di desa PetiyinTunggal.
Dalam kesempatan tersebut Kepala UPT Puskeswan Panceng, Bambang Witono menyampaikan,” Vaksinasi bagi hewan ternak bertujuan untuk meningkatkan imunitas, sehingga mengurangi risiko infeksi akibat penyakit mulut dan kuku.
“Kalau saat ini untuk tahap pertama belum kita temukan hewan yang terkena virus Penyakit Mulut dan Kuku yang di desa PetiyinTunggal, tapi kalau memang nanti dipelaksanaan dilapangan kita temukan, itu tidak kita vaksin tapi kita obati, kita pun sudah siap obat, yang kita vaksin itu ternak-ternak yang sehat,” Ungkapnya.
Ia juga menambahkan,” Kalau yang PetiyinTunggal mintanya 132, ini sudah 100 hewan ternak sapi yang sudah divaksin aftopor, masih kurang 21, jadi kemungkinan habis 121 hewan ternak sapi yang divaksin untuk PetiyinTunggal,” Imbuhnya.
Tak hanya itu saja, Bambang Witono juga menjelaskan,” Untuk jatah vaksin diwilayah Puskeswan itu 1000, kami Puskeswan itu mencakup 7 kecamatan, jadi saat ini kita alokasikan konsen ke sapi dulu, kalau memang nanti ada jatah yang akan datang, tidak menutup kemungkinan kambing juga kita vaksin,” Jelasnya.
Bambang Witono juga Berharap,” Ini vaksin kan tahap pertama, kemudian 4 Minggu lagi tahap kedua setelah itu 6 bulan booster, kalau sudah sampai booster harapan kami paling tidak bebas PMK, jadi ternak-ternak mempunyai cip dileher, paling tidak peternak itu sadar, bahwa ternak yang mempunyai cip dileher itu berarti dinyatakan semuanya tervaksin PMK, mudah-mudahan bisa vaksin PMK, dan semua ternak terbebas dari Virus PMK paling tidak,” Harapnya.
Dalam mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku PMK, Kepala UPT Puskeswan Panceng, Bambang Witono menyampaikan,” kita mempunyai laporan, setiap peternak yang ternaknya terjangkit selalu memberikan laporan, dan setelah mendapatkan laporan kita tanggap darurat dan kita tangani. Selain itu juga kita sosialisasikan disetiap konfrensi Asosiasi Kepala Desa (AKD) dikecamatan kita sosialisasikan, dalam pencegahan kita gunakan disenfektan untuk kebersihan kandang ternak, semua peternak Alhamdulillah sudah paham karena semua penanganan hampir sama seperti penangan virus Corona, yang diutamakan adalah kebersihan lingkungan dan kandang ternak,” Pungkasnya.
Acara vaksinasi Dosis pertama di desa PetiyinTunggal untuk hewan ternak sapi, berjalan dengan lancar dan sukses tidak ditemukan adanya hewan ternak sapi yang terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kemudian kegiatan Vaksinasi dilanjutkan ke Desa Mentaras.(DOD).