Gresik https://mediarestorasiindonesia.com Bencana banjir yang merupakan polemik bagi masyarakat luas khususnya bagi sebagian wilayah yang terdampak musibah bencana banjir.
Untuk antisipasi terhadap bencana banjir yang datang, pemerintah kabupaten Gresik berusaha keras dalam menanggulangi dan menormalisasi sungai kali Lamong.
Tak hanya menormalisasi sungai kali Lamong, Bupati Gresik juga mempunyai Program Nawa Karsa yang tercantum dalam RPJMD yaitu program Gresik lestari. Yaitu sejuta Lubang Resapan Biopori yang diharapkan bisa menjadi resapan air dan mengurangi debit air yang diakibatkan dari musibah banjir tersebut.
Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Melalui program yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten Gresik sejuta Lubang Biopori, pemerintah Desa pegundan berusaha keras semaksimal mungkin untuk mensukseskan program yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten Gresik.
Terpantau dan terlihat jelas, tumpukan pipa paralon berdiameter 4 dim dengan panjang 1 meter sebanyak 100 pipa paralon siap dikerjakan dalam pembuatan lubang biopori.
Pada kesempatan tersebut H. Muhammad Wafi, S Ag. Kepala Desa Pegundan, menyampaikan dalam keterangannya,” Untuk sementara ini yang kita kerjakan dalam proses pembuatan Biopori itu sebanyak 100 pipa paralon,” Terangnya.
Tak hanya itu saja, Ia juga menambahkan,” Kami sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah kabupaten Gresik sejuta Biopori dalam menanggulangi dan pencegahan secara dini terjadinya musibah banjir yang sewaktu-waktu bisa datang menghampiri,” Tambahnya.
“Semoga apa yang menjadi program dari pemerintah kabupaten Gresik bisa berjalan sesuai dengan harapan, agar musibah banjir yang selama ini menghantui sebagian masyarakat Gresik bisa ditangani dan ditanggulangi dengan sebaik mungkin, semoga kedepannya masyarakat Gresik bisa terbebas dari musibah bencana banjir,” Pungkasnya.(LIK/BL).