Gresik https://mediarestorasiindonesia.com Wilayah Gresik hampir tiap tahunnya menjadi langganan banjir luapan sungai kali Lamong, sehingga sangat meresahkan sebagian masyarakat Gresik yang terdampak banjir tersebut.09/11/2022.
Melihat hal tersebut Bupati Gresik berkerja keras dalam menangani dan menanggulangi polemik tersebut, berbagai cara sudah dilakukan, mulai dari menormalisasi sungai kali Lamong, pembangunan jembatan yang ambrol di dua titik, jembatan didesa kelampok dan jembatan didesa gluran dan berbagai macam infrastruktur yang lainnya.
Melalui Program Nawakarsa yang dicanangkan oleh Bupati Gresik yang tercantum dalam RPJMD, salah satunya adalah Program sejuta Lubang resapan biopori, Kepala Desa Sungonlegowo dan jajaran perangkat Desanya bersama-sama sukseskan program sejuta Lubang resapan biopori.
Lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.
Pada kesempatan tersebut, saat dikonfirmasi oleh awak Media Restorasi Indonesia, Kepala Desa Sungonlegowo Sayuti, SE Menyampaikan,” Sebanyak 650 pipa paralon sudah tiga hari ini pengerjaan pemotongan pipa paralon yang berdiameter 3 dim dengan panjang 50cm dan pembuatan lubang pada pipa, yang nantinya akan di masukkan ke lubang tanah yang sudah di bor untuk dipergunakan sebagai lubang resapan biopori,” Ungkapnya.
tak hanya itu saja, ia juga menjelaskan,” Lubang resapan Biopori mampu meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air sehingga mengurangi resiko penggenangan pada musim penghujan.
“Air yang masuk ke lubang biopori akan disimpan dan dapat menjaga kelembaban tanah terutama di musim kemarau,” Jelasnya.
Ia juga menambahkan,” Biopori juga dapat mengubah sampah organik menjadi kompos. Pengomposan sampah organik mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang dapat meningkatkan kandungan gas rumah kaca di atmosfer.
“Keberadaan biopori dapat meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan di sekitarnya,” Tambahnya.
Ia juga berharap,” Saya berharap semoga apa yang menjadi program pemerintah kabupaten Gresik bisa menjadi solusi permasalahan yang selama ini menjadi polemik warga masyarakat Gresik.
” Semoga kedepannya kabupaten Gresik dibawah kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati, H. Fandi Akhmad Yani, SE dan Hj. Aminatun Habibah, Gresik bisa lebih maju dan berkembang lebih baik lagi,” Pungkasnya.(LIK/DOD).