Gresik https://mediarestorasiindonesia.com Tanggap siaga banjir BPBD Kabupaten Gresik berkerjasama dengan Muspika Kecamatan Balongpanggang dan pemerintah Desa wotansari dan juga UPT puskesmas Balongpanggang dan UPT puskesmas Dapet, Menggelar Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana.23/11/2022.
Acara Gladi Kesiapsiagaan terhadap bencana yang di gelar di desa Wotansari dihadiri oleh Rachmat Hariadi Wakil kepala dinas BPBD, Dinas perikanan, Muspika Kecamatan Balongpanggang yang dihadiri oleh Camat Balongpanggang M. Amri, Kaplsek Balongpanggang AKP. Muhammad Zainuddin, Ndanramil Balongpanggang KPTN INF Eric Cahya Mustika, Kepala UPT puskesmas Dapet Dr. Rizal dan juga seluruh elemen lapisan masyarakat Desa Dapet.
Simulasi Gladi Kesiapsiagaan terhadap Bencana dimulai dari dusun sokoguru dan Dusun Tlatah, dalam simulasi tersebut di mulai dari evakuasi korban bencana alam yang mengalami luka ringan dan luka berat, kemudian mereka ditandu dibawa kehalaman kantor Balai Desa Wotansari untuk mendapatkan penanganan sebelum mereka dibawa ke Puskesmas atau kerumah sakit.
Dalam simulasi Gladi Kesiapsiagaan terhadap bencana, Tak hanya korban jiwa dari pihak warga desa Wotansari namun ada juga evakuasi terhadap hewan ternak yang turut diselamatkan dari musibah bencana alam.
Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya Wakil Kepala Dinas BPBD Kabupaten Gresik Rachmat Hariadi menyampaikan,” Kita persiapkan dari awal pembentukan Destana kemudian pemantapan, kemudian pelatihan simulasi, mereka kita latih ketika ada bencana mereka bisa menanggulangi sebelum tim kita datang, karena tim BPBD kalau datang itu butuh waktu, mengingat jarak antara BPBD dengan lokasi bencana itu jaraknya lumayan cukup jauh,
“Dengan diberikan pelatihan simulasi Gladi Kesiapsiagaan terhadap bencana, masyarakat bisa mengetahui apa yang harus dilakukan dalam mengevakuasi korban akibat bencana alam, sebelum tim dari BPBD Kabupaten Gresik itu datang,” Ungkapnya.
Ditanya terkait bantuan yang diberikan oleh BPBD Kabupaten Gresik untuk korban bencana alam, Rachmat Hariadi juga menuturkan,” BPBD Kabupaten Gresik senantiasa berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan dan bantuan untuk menyelamatkan warga korban bencana alam, BPBD juga akan memberikan bantuan berupa sembako dan juga bantuan apa saja yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan saat terjadi bencana alam, dan sebelum ada bencana kita melatih beberapa warga agar mereka bisa menangani sendiri sebelum tim BPBD datang,” Tuturnya.
Ia juga Berharap,” Harapannya Warga ini bisa lebih tangguh dan tanggap ketika bencana itu datang, sehingga tidak ada kepanikan, mereka bisa terukur dan terarah, apa yang harus dilakukan dan berkumpul di mana agar tidak ada korban jiwa berjatuhan,” Harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Balongpanggang M. Amri juga menyampaikan,” Tanggap darurat bencana ini diinisiasi oleh BPBD Kabupaten Gresik, jadi prinsip yang saya lihat ini kan bentuknya, menambah ilmu pengetahuan, baik itu dari segi bagaimana penanganan ketika ada bencana maupun sekilnya secara teori dan sekil itu di dikasih pengetahuan oleh tim BPBD bagaimana tata cara untuk memberikan tanggap bencana darurat, langkah awalnya seperti apa koordinasinya kayak apa mekanisme kayak apa.
“Jadi prinsipnya kami selaku muspika sangat mensupport sekali dengan kegiatan yang seperti ini dan mendukung, semoga nanti tidak hanya di Wotansari tapi seluruh wilayah utamanya yang rawan terdampak bencana,
“Kalau di balongpanggang ini yang rawan bencana ini ada 6 desa karena berdekatan dengan kali lamong yang cenderung terjadi bencana banjir yang menjadi momok setiap tahunnya itu pasti ada aja banjir,
” Semoga ini menjadi perhatian, saya sempat ngobrol sama dinas BPBD, mudah-mudahan besok ada pemerataan semua bisa di berikan pengetahuan yang sama dan juga lebih merata dalam hal penanganan karena ini sesuai dengan prioritas dari pembangunan desa yang berkelanjutan salah satunya itu program mitigasi bencana mitigasi bencana ini bentuk langkah-langkah tindakan preventifnya,” Ungkapnya.
Ia juga menambahkan,” Ini sudah bagus ya simulasi yang diberikan secara konsep mulai dari penanganan ada identifikasi rawan bencana terus bagaimana mengevakuasi apabila ada bencana, terus mungkin nanti secara umum semoga nanti ke depan ada penempatan jalur evakuasinya terus sarana prasarananya didukung seperti apa konsepnya lebih matang dan bisa bisa memberikan dampak yang nyata ketika memang terjadi real tapi kita berharap jangan ada bencana,” Imbuhnya.
Ia juga menjelaskan,” Karena ini merupakan prioritas nasional terkait dengan desa berkelanjutan tidak hanya dari BPBD yang mengadakan kegiatan yang sedemikian rupa karena bagaimanapun ada tuntutan dan menjadi kewenangan desa bahwasannya terkait dengan rencana ini paling tidak ada di desa, itu ada pos pembiayaannya juga ada pos pembiayaan bagaimana ketika ada bencana mereka bisa mengalokasikan pembiayaan untuk bencana itu sendiri bagaimana penanganannya segala macamnya jadi ini merupakan bagian dari prioritas pembangunan desa yang berkelanjutan tadi saya bilang ada program pos pembiayaan terhadap mitigasi bencana,” Pungkasnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala UPT Puskesmas Dapet dr. Rizal, juga menyampaikan,” Tentunya UPT Puskesmas Dapet siap siaga 24 jam untuk membantu para korban bencana alam jika sewaktu-waktu banjir datang dan menyebabkan korban jiwa, kita senantiasa berusaha semaksimal mungkin dalam menangani hal tersebut, mulai dari Puskesmas Dapet dan juga bidan desa dan juga ambulansnya, puskesmas Dapet sudah siap dalam penanganannya” Ungkapnya.
Ia juga berharap,” Harapnya dengan adanya simulasi Gladi Kesiapsiagaan terhadap bencana, dan desa tanggap bencana ini, jadi diharapkan agar masyarakat lebih tanggap dalam mengatasi bencana ini, masyarakat diharapkan, mengerti dan tidak panik dalam situasi bencana, dan masyarakat mengerti dengan posisi masing-masing apa yang harus dilakukan dalam mengevakuasi dan menyelamatkan diri dari musibah tersebut,” Harapnya.
Ia juga menambahkan,” Karena memang di wilayah UPT Puskesmas Dapet ini hampir tiap tahun musibah banjir akibat luapan kali lamong ini kerap terjadi, jadi kita di Puskesmas dapet semuanya bisa lebih tau bagaimana dan apa yang harus kita lakukan untuk memberikan bantuan pertolongan pertama terhadap korban yang mengalami musibah tersebut,” Pungkasnya.
Masih dikesempatan yang sama, Kepala Desa Wotansari H. Hariyono juga menyampaikan dalam sambutannya,” Untuk program simulasi ini adalah ranah daripada BPBD untuk program simulasi bencana, bawa simulasi bencana tahun 2022 ini ketepatan ditaruh di desa Wotansari, Alhamdulillah Wotansari adalah daerah rawan bencana khususnya bencana banjir pada kesempatan hari ini kami sebagai tuan rumah ditunjuk oleh dinas BPPD untuk mempersiapkan tempat, menyiapkan tempat dan segala sesuatunya yang Alhamdulillah ini kita ambilkan dari desa kami yang terdiri dari tiga dusun yaitu dusun soko guru, dusun tlatah dan dusun wotansari,” Ungkapnya.
Tak hanya itu saja, Ia juga menjelaskan,” Alhamdulillah warga semuanya antusias mendukung program pemerintah kabupaten Gresik yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Gresik melalui program Gladi Kesiapsiagaan terhadap bencana, kurang lebih warga masyarakat Desa Wotansari yang terdiri dari 3 dusun yang kita ikutkan adalah 300 orang untuk mengikuti simulasi ini dan juga awalnya sebelum kita berangkat ke kegiatan pokok ini, sebelumnya ada petugas relawan kami ada 50 orang yang dikasih gemblengan oleh BPBD kabupaten Gresik,” Jelasnya.
Ia juga menambahkan,” Dengan adanya simulasi ini kalaupun benar-benar ada korban banjir untuk petugas atau anggota relawan yang ditunjuk sudah siap membantu warga yang kiranya kena dampak banjir dan juga tidak hanya membantu di Wotansari saja, kedepannya relawan ini bisa dibantukan ke desa-desa yang lain kiranya membutuhkan tenaga relawan,
“Semoga saja relawan yang sudah terbentuk, sudah punya bekal ilmu sebagai relawan untuk membantu warga-warga di luar desa Wotansari yang mengalami musibah bencana alam,
“Terima kasih dengan adanya program Pak Bupati untuk penanggulangan kali lamong dan otomatis bisa kami rasakan di musim penghujan ini, banjir sudah tidak ada lagi dan tidak menghantui warga sekitar kali lamong,” Pungkasnya.(SAM/DOD).