Gresik https://mediarestorasiindonesia.com Dijaman keterbukaan informasi seperti saat ini sosok pejabat tentu sudah tidak asing lagi dengan media yang mana segala bentuk kegiatan selalu diberitakan, karena media itu sendiri mitra dari pemerintah, selain itu, media atau pers berfungsi sebagai kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang-undang saat menjalankan tugas jurnalistiknya.
Namun justru yang terjadi malah sebaliknya pada kepemimpinan Kades Menganti sekarang ini, Handoko terkesan selalu menghindar dan tidak mau di konfirmasi terkait permasalah sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Menganti sekitar 200 meter ke arah selatan pasar Menganti.
Dari pantauan wartawan, terliat Handoko keluar dari kantor sekitar pukul 12.34 menuju Masjid disamping balaidesa. Saat di tunggu, bukannya kembali ke kantor desa malahan Handoko keluar ke jalan raya menuju warung yang ada di seberang jalan.
Tampak, kepala desa menelepon perangkat untuk mengantar kendaraan roda dua, dan pergi entah kemana, seakan alergi terhadap wartawan yang mau konfirmasi terkait TPS Menganti, padahal waktu tersebut masih jam operasional kerja.
Terkait, hal itu, Ketua Wartawan Dan Aliansi Gresik Selatan (WaGs) Efianto menyayangkan dengan oknum Kepala Desa yang alergi ketemu dengan wartawan, padahal seharusnya media adalah mitra dari pemerintah, bukan malah sebaliknya menghindar ketika di konfirmasi.
” Sangat disayangkan oknum kepala desa yang alergi ketika di konfirmasi, dan ketika ada kepala desa saat di konfirmasi menghindar maka patut diduga pasti ada yang salah” tegas Yanto panggilan akrab Ketua WaGs, Kamis, (9/2/2023).
Tentu saja hal tersebut membuat awak media bertanya-tanya ada apa dengan Kades tersebut, sampai-sampai sangat enggan ketika di persoalkan terkait Desa.
” Kerja jurnalistik untuk mendapatkan akses informasi, dan harusnya sebagai pejabat publik, seorang kepala desa lebih terbuka kepada wartawan, mengapa harus takut, kalau memang gak salah mengapa harus menghindar, wartawan bukan preman, tidak perlulah seperti itu” ujarnya.
Sekedar diketahui, permasalahan sampah yang ada di TPS Menganti, dikeluhkan warga, tidak jarang masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di sekitaran jalan tersebut, menutup hidung karena sampah sudah mengeluarkan bau busuk.
Tempat Pembuangan Sampah Jalan tersebut terletak 200 meter dari Pasar Menganti ke jalan alternatif Menganti – Mojosarirejo Driyorejo. Gundukan sampah tersebut sudah setinggi sekitar 1 meter. Sampah tidak lagi menumpuk di kotak yang disediakan, melainkan nyaris berserakan ke jalan raya.(red).