JAKARTA , 2 SEPTEMBER http://mediarestorasiindonesia.com Pesta Demokrasi sebentar lagi akan diselenggarakan pada hari Rabu 14 February 2024 mendatang, ada beberapa calon yang akan mengikuti kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden tersebut.
Berbagai manuver-manuver dan strategi pemenangan telah dilakukan oleh partai-partai politik untuk memperoleh Calon presiden dan wakil presiden guna mendapatkan suara terbanyak.
Belakang ini, heboh di pemberitaan media masa, Dikutip dari sumber informasi: https://bestie.suara.com/read/2023/09/02/143839/juru-bicara-anies-baswedan-ahy-hanya-mayor-tni-karbitan-dan-belum-matang, dan dari sumber informasi berita https://www.rakyatpos.id/2023/09/ahy-hanya-jurusan-tni-karbitan-belum-matang.html.
“Pernyataan Juru Bicara Capres Anies Baswedan, Sudirman Said, “ AHY terlalu dini jadi Wapres, hanya seorang Mayor TNI, karbitan dan belum matang “mengundang kontroversi,
Pernyataan yang mengundang kontroversi tersebut, membuat Bernadus, Direktur Executive Berkibar Foundation, Angkat bicara, Menurut Bernadus,” Sebelum membuat pernyataan semestinya Sudirman Said belajar Sejarah lagi agar tidak kelihatan dungu, banyak pemimpin dunia yang berpengaruh justru lahir dari pangkat militer dibawah mayor, sebut saja beberapa diantaranya, Fulgancio Batista, orang paling disegani di Kuba hanya berpangkat Sersan, Evo Morales di Amerika Latin bahkan hanya bekas Serdadu, Benito Mussolini, Adolf Hitler di Jerman, berpangkat Kopral, dan sederet nama nama lainnya,” Ujarnya.
Bernadus juga Menyampaikan,” Sudirman Said kekanak kanakan menilai situasi politik saat ini, dalam politik manuver manuver yang dilakukan anies dan surya paloh itu biasa, yang menjadi luar biasa adalah etika moral dalam manuver pengkhianatan itu adalah Pelajaran buruk Sejarah politik anies dan surya paloh secara pribadi, dari pengkhianatan itu Masyarakat dapat menilai apakah Capres dan partai pengusungnya layak atau tidak di percaya,
“Tinggal menunggu sikap PKS yang selama ini mengusung ideologi Religius, apakah mengikuti irama pengkhianatan itu atau tidak, jika PKS juga sama maka dapat dipastikan Masyarakat akan menilai PKS tidak layak mengusung ideologi Politik Religius, “Sudahlah, Masyarakat cukup cerdas untuk menilai,’ Tutup Bernadus.(B).