Surabaya https://mediarestorasiindonesia.co.id Dalam rangka mendukung penghapusan kekerasan dan diskriminasi gender terhadap perempuan, Departemen Pergerakan Kesetaraan Gender BEM FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar serangkaian kegiatan kampanye untuk merayakan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP).
Acara ini dimulai dengan kegiatan bertajuk In Memorian Candle, yang dilaksanakan pada Jumat, 29 November 2024, bertepatan dengan Hari Perempuan Pembela Hak Asasi Manusia. Hari ini diperingati sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan perempuan pembela hak asasi manusia dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan setara.
Kegiatan ini memiliki tujuan penting, yaitu untuk mengapresiasi peran perempuan dalam perjuangan hak asasi manusia serta meningkatkan kesadaran civitas akademika mengenai pentingnya mendukung perempuan dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan di berbagai sektor kehidupan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dalam perjuangan untuk pemberdayaan perempuan dan pencapaian kesetaraan gender.
Kampanye ini juga dimeriahkan dengan orasi dari berbagai pihak, antara lain ketua pelaksana, tim propaganda, menko pergerakan, serta anggota Girl Up UPNVJT. Orasi yang disampaikan mengangkat tema kesetaraan gender dan penghormatan kepada pahlawan perempuan pembela hak asasi manusia. Partisipasi dari Girl Up UPNVJT semakin memperkaya acara, dengan menyajikan topik-topik menarik yang bersifat interaktif, menjadikan dinamika kegiatan semakin hidup dan penuh semangat.
Di sekitar Danau UPNVJT, tim kampanye melaksanakan berbagai kegiatan interaktif untuk meningkatkan kesadaran akademisi yang sedang berkumpul di sana. Para peserta diberikan informasi mengenai hak asasi perempuan, dan pengunjung danau juga didata untuk mengetahui siapa saja yang pernah mengalami pelecehan verbal atau fisik. Selain itu, pengunjung diminta untuk menandatangani banner sebagai bentuk komitmen mereka terhadap kesetaraan gender.
Acara puncak In Memorian Candle dilaksanakan setelah sesi diskusi tentang kesetaraan gender dalam acara Gelanggang Kesetaraan. Peserta diberikan sticky notes untuk menuliskan pesan dan harapan mereka, yang kemudian ditempelkan pada lampion-lampion yang disediakan oleh panitia. Setelah itu, lampu dimatikan, menciptakan suasana yang khidmat dan simbolis, mengingatkan kita akan pentingnya mencapai kesetaraan gender di masa depan.
Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak orang yang peduli dan terlibat dalam perjuangan melawan kekerasan dan diskriminasi gender, serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan setara bagi perempuan.(M.A.C)