Anak Tenggelam di Kali Lamong Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian

Berita Utama42 Dilihat

Mojokerto https://mediarestorasiindonesia.co.id Setelah dilakukan upaya pencarian intensif selama dua hari, seorang anak berinisial NK yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kali Lamong akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di wilayah Dusun Betoyo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Kamis (5/2/2026) sore. Korban diketahui tengah memancing dan mandi di pinggiran Kali Lamong bersama empat orang temannya. Namun nahas, korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras hingga akhirnya tenggelam. Menyaksikan kejadian itu, teman-teman korban segera berlari ke permukiman warga sambil berteriak meminta pertolongan.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Kreteranggon, Kasmadi, yang langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, pihak desa berkoordinasi dengan Polsek setempat serta tim pemadam kebakaran dan instansi terkait guna melakukan upaya pencarian dan evakuasi.

Tim SAR gabungan bersama BPBD tiba di lokasi dan memulai pencarian pada hari pertama sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB. Namun hingga menjelang petang, korban belum berhasil ditemukan. Atas pertimbangan keselamatan dan arahan Kapolsek Sambeng, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.

Selama jeda pencarian, tim melakukan pemetaan lokasi dan mengidentifikasi sedikitnya lima titik yang dicurigai sebagai kemungkinan keberadaan korban, di antaranya area rimbunan bambu, bawah jembatan, serta beberapa kedung atau bagian sungai yang memiliki kedalaman cukup ekstrem. Seluruh personel kemudian beristirahat di Kantor Desa Kreteranggon untuk mempersiapkan pencarian lanjutan.

Pada Jumat pagi, pencarian kembali dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan BPBD. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika jasad korban ditemukan mengapung di aliran Kali Lamong yang masuk wilayah Desa Betoyo, yang berada di perbatasan Kabupaten Gresik dan Kabupaten Mojokerto.

Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan bantuan warga setempat. Lokasi penemuan cukup sulit dijangkau karena berada sekitar 500 meter dari akses jalan utama, sehingga petugas harus berjalan kaki melewati medan yang cukup berat.

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Sambeng untuk dilakukan proses pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih pada musim hujan ketika debit air dan arus sungai cenderung meningkat.(BD/Dod).