Gresik mediarestorasiindonesia.com Makam Mbah Sayyid Khusaini, merupakan salah satu situs peninggalan pada jaman dahulu pada masa abad ke 13 Masehi. Hingga sampai saat ini masih tetap terjaga dengan baik dan terus dilestarikan budaya kereligiusan dan keagamaan yang berada di Desa Bedanten.
Berdasarkan cerita rakyat tentang historis sejarah dan asal muasal keberadaan Desa Bedanten, serta didukung pula oleh catatan dari Peta Trowulan yang baru-baru ini disampaikan oleh dinas purbakala nasional dari jakarta, telah ditemukan bahwa di Gresik tepatnya di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, pada kurun waktu silam, dipercaya memang pernah berdiri sebuah daerah kadipaten dari Kerajaan Mojopahit.
Dan ini terbukti dari kunjungan mereka yang ke 3 di Desa Bedanten. Mereka mengambil salah satu sampel peninggalan purbakala yang berupa pecahan keramik yang ada di komplek pemakaman Maskumambang dan komplek pemakaman Ngabar.
Dari semua sampel yang terkumpul tersebut, diketahui dan diperkirakan berasal dari abad ke 13 Masehi dari Dinasti Cina. Selain itu juga, didukung oleh penemuan warga pada saat menggali tanah telah menemukan beberapa benda bersejarah yang berupa satu set mangkok dari keramik, alat gamelan, tumpukan batu merah yang berukuran besar dengan motif lingkaran di tengah, pagar batu serta anak tangga yang diperkirakan pada waktu itu sebagai titian menuju pemandian dan sebagai labuh transportasi laut pada jaman dahulu.
Makam Mbah Sayyid Khusaini ini letaknya berada di belakang Kantor Balai Desa Bedanten dengan beberapa makam tua lainnya. Sebagai pendukung dan diperkirakan sejarah asal muasal Mbah Sayyid Khusaini itu berasal dari keturunan Arab, hal itu dikuatkan dari beberapa bukti dan juga dibuktikan dengan adanya prasasti yang tertulis di batu nisan yang diperkirakan pada masa abad ke 13 Masehi.
Kepala Desa Bedanten Abdul Majid, S.Pd., saat ditemui oleh awak media menyampaikan,” dengan tulisan arab pegon berharokat, yang terbaca sayyid khusainiyu yang oleh beberapa sumber kata niyu pada kalimat sayyid khusainiyu adalah dipercaya merupakan marga dari Khusain.
“Dilokasi makam ini, merupakan sebagai pusat berbagai acara kegiatan rutinitas warga masyarakat Desa Bedanten diantaranya seperti, istighotsah pada tiap malam jumat legi, Waqiahan pada tiap hari selasa malam, Haul Sesepuh dan sedekah bumi yang diadakan setiap tahun jumat pertama di bulan syaban,” ujarnya.
Abdul Majid berharap, agar cagar budaya warisan para leluhur yang berupa peninggalan makam bersejarah pada masa abad ke 13 Masehi makam Mbah Sayyid Khusaini, dapat penanganan yang serius dan juga sentuhan dan perhatian dari dinas pariwisata dan juga purbakala.
“Agar situs peninggalan bersejarah ini, benar-benar bisa ditangani dengan baik dan bisa dijadikan sebagai icon wisata peninggalan sejarah kuno. Serta agar masyarakat luas bisa mengenal lebih jauh dan tau sejarah adanya bukti penyebaran agama Islam di tanah Jawa dan berpengaruh pada masa itu,” ungkapnya.
“Sehingga dengan demikian, penyebaran agama Islam dari jaman dahulu hingga sampai sekarang makin tumbuh dan berkembang besar dari jaman ke jaman.
“Kita berharap, Pemerintah Kabupaten Gresik dan juga dari dinas terkait agar dapat merespon dan memfasilitasi serta memberikan pembinaan serta pengembangan terhadap Pemerintah Desa Bedanten untuk menjadikan makam Mbah Sayyid Khusaini ini sebagai salah satu wisata cagar budaya peninggalan pada masa abad ke 13,” tambahnya.
“Kami ingin nantinya dibangun pagar yang mengelilingi lokasi wisata religi di area makam Mbah Sayid Khusaini yang menghubungkan gerbang pintu masuk dan juga gerbang pintu keluar yang mengelilingi lokasi wisata religi makam Mbah Sayid Khusaini.
“Untuk menambah daya tarik wisatawan yang datang ingin berkunjung baik dari luar kota maupun dari dalam kota Gresik, kami dari pemerintah Desa Bedanten berharap”, dari dinas pariwisata dan kebudayaan dan purbakala memberikan perhatian khusus untuk pengembangan dan pembangunan untuk lokasi wisata cagar budaya makam Mbah Sayid Khusaini yang ada di desa Bedanten.
“Kami masih banyak memerlukan penambahan penambahan bangunan seperti, rest area tempat bersantai, Pembangunan Tempat Parkir, Pembangunan Ruang untuk Kegiatan, Istighosah, waqiahan, Haul Sesepuh, dan acara ruwatan Sedekah bumi dan Penambahan ornamen bangunan yang bernuansakan kereligiusan agar nantinya lebih bisa memikat minat para wisatawan.
“Jika tanpa ada sentuhan anggaran khusus dari pemerintah Dan dinas terkait untuk pengembangan dan pembangunan infrastruktur wisata religi cagar budaya makam Mbah Sayid Khusaini, maka kami rasa akan mustahil jika pemerintah Desa sendiri yang melakukannya tanpa ada campur tangan dari pemerintah Dan dinas terkait untuk mewujudkan pengembangan dan pembangunan destinasi wisata religi cagar budaya makam Mbah Sayid Khusaini.
Dan oleh karena itu, memang sangatlah dibutuhkan anggaran yang sangat besar untuk mewujudkan semua itu.
“Diharapkan bantuan anggaran dari pemerintah terkait untuk pembangunan dan pengembangan untuk melestarikan cagar budaya makam Mbah Sayyid Khusaini agar supaya bisa menjadikan Desa Bedanten sebagai salah satu destinasi desa wisata cagar budaya dan juga desa yang berkembang.
Dengan terwujudnya pengembangan dan pembangunan wisata religi cagar budaya makam Mbah Sayid Khusaini yang ada di Desa Bedanten akan berpengaruh besar atas kemajuan dan perkembangan infrastruktur wilayah kabupaten Gresik serta bisa menjadi icon kebanggaan kabupaten Gresik serta masyarakat Desa Bedanten,” pungkasnya (red).