Mojokerto mediarestorasiindonesia.com Ratusan warga Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Sabtu (23/7) siang, meluruk kantor balai desa gunungan. Warga melayangkan protes kepada panitia pemilihan kepala desa.
Disinyalir Lantaran warga mengendus adanya kejanggalan dalam proses seleksi bakal calon kepala desa Gunungan (orang nomor satu di Desa Gunungan).
Tampak jelas ratusan masa dari berbagai Warga masyarakat Desa Gunungan berbondong-bondong menuju balai Desa Gunungan sekitar pukul 13.00 Sabtu (23/7) melakukan aksi unjuk rasa.
Mereka datang sembari membentangkan sejumlah poster, menuntut ketua pilkades agar netral, berbagai macam poster yang berisikan tulisan yang dibawa warga masyarakat Desa Gunungan bertuliskan antara lain: Panitia tidak independen, Masyarakat tidak mau dibodohi, Tidak bisa adil turun, Panitia tegakan keadilan, Panitia jangan Pilih Kasih, dan masih banyak lagi poster yang dibawa masa saat orasi demo dikantor balai desa Gunungan.
Dalam Aksi protes warga tersebut dilayangkan kepada panitia pemilihan kepala desa Gunungan. Lantaran, diduga ada kecurangan dalam proses Pemilihan Kepala Desa Gunungan tersebut.
Pada saat masa demo di kantor Balai Desa Gunungan salah satu Warga yang tak mau disebutkan namanya, ia menyampaikan kepada awak media,” warga mencium adanya kecurangan, beredarnya kabar salah satu calon kepala desa tidak akan lolos dalam tahap penetapan calon kepala desa Gunungan pada hari senin 25/07/2022,”ujar salah satu warga Gunungan.
Berlanjut Aksi demo warga masyarakat Desa Gunungan sampai malam hari dikarenakan pihak panitia dan perangkat Desa Gunungan tidak ada upaya untuk menemui warga di balai desa gunungan.
Akhirnya pada malam hari sekitar pukul 19.30 – 22.30 wib warga merangsak menuju ke kantor kecamatan Dawarblandong di karenakan rapat panitia di adakan di kecamatan, yang semula dijadwalkan rapat dilaksanakan di kantor balai desa, namun dengan alasan tingkat karawanan masa, kemudian rapat tersebut dilakukan dikantor kecamatan Dawarblandong.
Namun terpantau belum ada titik temu antara warga pendemo dengan panitia pelaksana seleksi Pilkades, kemudian masa demo warga desa Gunungan membubarkan diri dikarena panitia sudah selesai rapat tertutup dan tidak bisa datang untuk menemui warga atau masa demo.
akhirnya pada pukul 23.39- 01.30 panitia dan BPD di panggil lagi ke kecamatan karena ada team pengawas dari kabupaten yang datang untuk mengadakan rapat ulang, Namun dalam hasil rapat tersebut belum juga mencapai mufakat.(DOD/BI)