Gresik mediarestorasiindonesia.com Karnaval adalah arak-arakan atau pawai yang dilakukan untuk merayakan suatu peristiwa. Biasanya para peserta karnaval mengenakan dandanan menarik dan bermacam corak menarik dari perayaan yang dirayakan itu, seperti halnya Festival karnaval yang diadakan Pemerintah Desa Kedungpring beserta lapisan masyarakat dalam rangka memperingati HUT RI yang dilaksanakan di Desa Kedungpring, Kabupaten Gresik, Kamis (25/8/2022).
Festival Karnaval 17-an merupakan salah satu kegiatan peringatan HUT RI yang paling ditunggu tunggu oleh warga masyarakat khususnya masyarakat Desa Kedungpring. Hal ini terlihat dari antusiasme warga yang telah memadati jalur karnaval bahkan sebelum karnaval dimulai. Tampak terlihat antusiasme warga masyarakat yang menyaksikan Festival karnaval di sepanjang jalan raya Kedungpring, baik dengan teman, keluarga atau tetangga.
Dalam festival karnaval Desa Kedungpring ini ada beberapa warga atau penonton yang kagum dengan penampilan dari RT2 RW1 Dusun Kedungrukun yaitu berpenampilan kelompok pewayangan dan mengangkat ogoh-ogoh Semar.
Sunaryo salah satu pengendara motor yang berhenti untuk melihat festival karnaval, pada kesempatan tersebut Ia juga menyampaikan,” Lucu mas penampilanya, selain itu kompak juga dalam mengangkat ogoh-ogoh sebesar itu sambil menari” kata beberapa penonton.
Saat awak Media Restorasi Indonesia konfirmasi kepada Ketua RT 2, dalam kesempatan tersebut Sabdullah mengatakan,” Warga kami menampilkan tokoh pewayangan dalam festival Karnaval Desa di tahun ini, selain berdandan tokoh pewayangan warga juga membuat patung ogoh-ogoh berbentuk Semar. Untuk pembuatan ogoh-ogohnya warga bergotong royong membuatnya dengan waktu beberapa hari saja,” Ungkapnya.
Ia juga menambahkan,” Karnaval membawa semangat gotong royong, kerja sama serta persatuan dan kesatuan antar warga yang memang sangat dibutuhkan di era globalisasi ini,” Imbuhnya.
“Harus diingat bahwa kemerdekaan ini tidak akan tercapai dan bisa bertahan tanpa adanya persatuan dan kesatuan,” Tuturnya.
“Untuk itu Jauhi isu pemecah agama, Jauhi isu sara. Karena meski berbeda-beda, kita tetap satu jua. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Dirgahayu Republik Indonesia ke-77. Merdeka! Merdeka! Merdeka!,” Pungkasnya.(DOD).